News

AS Minta Warganya Segera Keluar dari Iran karena Risiko Keamanan

Washington (KABARIN) - Pemerintah Amerika Serikat kembali mengingatkan warganya yang berada di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut. Imbauan ini disampaikan Kedutaan Besar Virtual AS di Iran pada Senin, menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, kedutaan menyebut warga AS perlu bersiap menghadapi gangguan serius, termasuk pemadaman internet yang terus berulang. Mereka juga diminta menyiapkan cara komunikasi alternatif dan mempertimbangkan keluar dari Iran lewat jalur darat jika kondisi memungkinkan.

"Warga negara AS harus bersiap menghadapi pemadaman internet yang terus berlanjut, merencanakan sarana komunikasi alternatif, dan, jika situasinya cukup aman, mempertimbangkan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat ke Armenia atau Turkiye," demikian pernyataan Kedutaan Besar virtual AS di Iran.

Pemerintah AS juga menegaskan bahwa warga berkewarganegaraan ganda AS dan Iran harus meninggalkan negara tersebut menggunakan paspor Iran. Hal ini karena otoritas Iran tidak mengakui status kewarganegaraan ganda.

Selain itu, warga Amerika disebut menghadapi risiko serius jika tetap berada di Iran. "Warga negara AS berisiko tinggi untuk menjalani interogasi, penangkapan, dan penahanan di Iran," lanjut pernyataan tersebut.

Situasi ini juga berdampak pada layanan penerbangan. Sejumlah maskapai dilaporkan masih membatasi atau membatalkan penerbangan dari dan menuju Iran, bahkan beberapa di antaranya menghentikan layanan hingga Jumat 16 Januari.

Peringatan ini menjadi sinyal kuat bahwa kondisi keamanan di Iran masih belum stabil dan berpotensi membahayakan warga asing, khususnya warga Amerika Serikat.

Pewarta: Xinhua
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: